ANALISIS PLEONASME PADA KORAN KENDARI POS EDISI 23 OKTOBER 2012

Monday, January 7, 2013


Tugas: Makalah Bahasa Indonesia

ANALISIS PLEONASME PADA KORAN KENDARI POS
EDISI 23 OKTOBER 2012








Disusun oleh:

Hanisa “12020102019
Jacky Widiana “12020102026
Arsan Jaya “12020102011
Agus Salim “12020102007
La Arsan “12020102020
Hasma “12020102001

JURUSAN SYARI’AH / MU
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAIN)
SULTAN QAIMUDDIN
KENDARI
2012



KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan pada kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan tugas makalah bahasa Indonesia yang berjudul “ANALISIS PLEONASME PADA KORAN KENDARI POS EDISI 23 OKTOBER 2012” tepat pada waktunya.
 Kami menyadari bahwa makalah yang kami selesaikan ini masih jauh dari kesempurnaan. Seperti halnya pepatah yang mengatakan “ tak ada gading yang tak retak “, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua kalangan yang bersifat membangun, guna kesempurnaan makalah kami selanjutnya.
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Serta kami berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan.



    Kendari, 09 NOVEMBER 2012
                    
       Penulis



DAFTAR ISI
    Halaman
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................... 1
PENDAHULUAN..................................................................................................................... 3
   1.1. Latar belakang............................................................................................................. 3
   1.2. Rumusan masalah........................................................................................................ 3

PEMBAHASAN........................................................................................................................ 4
      2.1.Pengertian Pleonasme..................................................................................................... 4
      2.2.Pleonasme Pada Koran Kendari Pos.............................................................................. 7
                                                                                                 
PENUTUP ................................................................................................................................. 8
KESIMPULAN......................................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................ 9







BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Bahasa merupakan suatu sistem lambang berupa bunyi yang digunakan untuk berhubungan dengan manusia lain. Maka sebagai sebuah sistem, bahasa terbentuk oleh suatu aturan, kaidah atau pola-pola tertentu. Sehingga kesalahan pada aturan, kaidah ataupun pola penulisan, itu merupakan suatu pelanggaran yang dapat mempengaruhi  konsentrasi pembaca, jika hal itu berada pada konteks tulisan. Karena bahasa indonesia yang benar pada sebuah karangan atau wacana adalah bahasa yang memudahkan pembaca untuk memahami isi atau teks yang dibacanya.
Oleh karena itu, kesalahan yang terdapat pada penulisan atau sususnan kata yang ada pada sebuah teks, itu tidak boleh ada. Karena jika hal itu ada, maka kesalahan tersebut akan mempengaruhi kualitas dari karangan atau wacana tersebut.

1.2.Rumusan Masalah

            Dengan melihat latar belakang di atas, maka kami dapat merumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Apakah yang dimaksud pleonasme?
2.      Tuliskan beberapa kesalahan mengenai pleonasme!


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Pleonasme
 Referensi yang pertama menyebutkan bahwa Majas pleonasme adalah majas yang   mempergunakan kata-kata lebih banyak daripada yang diperlukan.
contoh Majas Pleonasme dari sumber yang pertama adalah sebagai berikut:
a.       Saya telah mendengar hal itu dengan telinga saya sendiri.
b.      Saya melihat kejadian itu dengan mata kepala saya sendiri.

Referensi yang kedua meyebutkan definisi dan pengertian dari majas pleonasme sebagai Majas yang menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.

2.2.Pleonasme  (KENDARI POS )

a.    Halaman 3
ü NISSAN ANDALKAN NEW GRAND LIVINA
1.    Honda stop produksi motor kalbulator.
         Penambahan modal terus di lakukan hingga akhirnya melalui peluncuran all new honda beat FI, merk sepeda motor bersistem injeksi jepang tersebut memeiliki delapan jenis moter bersistem injeksi.
            Respon masyarakat positif terhadap motor injeksi meski jika di bandingkan model b kabulator,model injeksi harganya lebih tinggi sedikit sebut swito sat launching all new honda beat-FI di Surabaya  kemarin. Perbedaan harganya hanya Rp 250 ribu di bandingkan tipe karburator. Sementara banyak kelebihan yang di tawar kan motor-motor bertekhnologi injeksi.

Alasan: Kata bersistem injeksi pada akhir paragraf di atas, seharusnya tidak perlu ada.      Karena hal tersebut menyebabkan terjadinya pengulangan kata dari kata sebelumnya.

b.    Halaman 4
ü EKSPLOITASI KECANTIKAN MUSLIMAH
          Seperti di ketahui, fasion umumnya diciptakan untuk menonjol selalu memunculkan trend trend terbaru. Nah, kendari turut menyepret para hijabers hingga mereka merasa harus selalu mengikuti tren busana muslimah. Wai telihat presh fashinable dengan model-model busana yang paling up to date.
         Keberadaan kontes-kontes kecantikan muslimah semakin menguatkan bahwa muslimah itu harus cantik dan trendy, tak kalah dengan wanita- wanita pengubar aurat. Buktinya, kantor ini pun selalu menyaratkan harus berusia mudah (17-30THN), foto genetik terlihat menarik saat difoto dalam beberapa angel, tertarik dan berminat dengan dunia fashion.
         Salah seorang guru SD di baubau berkebangsaan Korea, tertulis “ sampai saat ini, lanjut Kepsek, pelajaran bahasa korea yang diajarkan untuk anak-anak  sekolah dasar di karya baru dijadwalkan, maka pelajaran mulok setiap hari sabtu.

Di tingkat SD, siswanya diperkenalkan alfabet korea.
Alasanya:
Pleonasme pada paragraf ke tiga. Kata yang diajarkan pada paragraf tersebut seharusnya tidak perlu ada. Karena kata tersebut merupakan pengulangan arti dari kata sebelumya, yakni kata pelajaran.   Karena kata pelajaran sudah menjadi penjelas bahwa hal itu diajarkan. Jadi kalimat yang seharusnya digunakan adalah pelajaran bahasa Korea untuk anak-anak sekolah dasar..... Atau jika ingin menggunakan kata yang diajarkan, maka tidak perlu menggunakan kata pelajaran. Sehingga dibaca bahasa Korea yang diajarkan untuk anak-anak sekolah dasar...... .
Kemudian kata anak-anak pada kalimat tersebut seharusnya tidak perlu ada. karena kata Sekolah Dasar sudah menunjukkan bahwa di dalam sekolah itu terdapat anak-anak. Jadi yang seharusnya tertulis pada kalimat tersebut adalah pelajaran bahasa korea yang diajarkan untuk sekolah dasar karya baru.... .
Jadi kalimat yang tepat pada paragraf tersebut adalah Pelajaran bahasa Korea untuk Sekolah Dasar karya baru dijadwalkan, maka mulok setiap hari sabtu.












c.    Halaman 19
ü “TETAP FIT DALAM SEMENIT”

            Agar dapat tetap bugar namun tidak memakai banyak waktu ada beberapa jenis olahraga yang dapat dilakukan,diantaranya; olahraga bola volly,bola kaki,dan jalan kaki.

Alasan: Pada kalimat  di atas, kata olahraga tidak perlu di tuliskan lagi, karena kata tersebut menjadi penambah keterangan pada kata yang sudah jelas atau pemborosan kata.
















BAB III
PENUTUP

3.1.Kesimpulan
Pleonasme adalah majas yang mempergunakan kata-kata lebih banyak daripada yang diperlukan. Atau Majas yang menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan. Jadi, majas pleonasme ini seharusnya tidak perlu ada pada suatu kalimat dalam sebuah wacana teknis karena akan mengurangi kwalitas dari wacana tersebut.
Koran atau surat kabar merupakan wacana teknis yang dikomsumsi oleh semua kalangan. karena selain mudah ditemukan, harganyapun terjangkau hanya berkisar seribu rupiah perlembarnya. Sehingga diharapkan agar isi atau teks yang terkandung di dalamnya tidak terdapat majas pleonasme, karena pengulangan kata dapat mengganggu konsentrasi si pembaca. Lagi pula pegulangan kata memicu pemborosan kertas.




DAFTAR PUSTAKA

                    Kendari Pos, Edisi 28 Oktober 2012

0 comments:

Post a Comment