Tugas: Makalah Bahasa Indonesia
ANALISIS PLEONASME PADA
KORAN KENDARI POS
EDISI 23 OKTOBER 2012
Disusun oleh:
Hanisa “12020102019”
Jacky Widiana “12020102026”
Arsan Jaya “12020102011”
Agus Salim “12020102007”
La Arsan “12020102020”
Hasma “12020102001”
JURUSAN SYARI’AH / MU
SEKOLAH TINGGI
AGAMA ISLAM (STAIN)
SULTAN QAIMUDDIN
KENDARI
2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan pada kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan tugas makalah bahasa Indonesia yang berjudul “ANALISIS PLEONASME PADA KORAN KENDARI POS EDISI 23 OKTOBER 2012” tepat pada waktunya.
Kami
menyadari bahwa makalah yang kami selesaikan ini masih jauh dari kesempurnaan.
Seperti halnya pepatah yang mengatakan “ tak ada gading yang tak retak “, oleh
karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua kalangan yang bersifat
membangun, guna kesempurnaan makalah kami selanjutnya.
Akhir
kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Serta kami berharap agar
makalah ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan.
Kendari,
09 NOVEMBER 2012
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................... 1
PENDAHULUAN..................................................................................................................... 3
1.1. Latar
belakang............................................................................................................. 3
1.2. Rumusan masalah........................................................................................................ 3
PEMBAHASAN........................................................................................................................ 4
2.1.Pengertian
Pleonasme..................................................................................................... 4
2.2.Pleonasme
Pada Koran Kendari Pos.............................................................................. 7
PENUTUP ................................................................................................................................. 8
KESIMPULAN......................................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................ 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Bahasa merupakan suatu sistem
lambang berupa bunyi yang digunakan untuk berhubungan dengan manusia lain. Maka
sebagai sebuah sistem, bahasa terbentuk oleh suatu aturan, kaidah atau
pola-pola tertentu. Sehingga kesalahan pada aturan, kaidah ataupun pola penulisan,
itu merupakan suatu pelanggaran yang dapat mempengaruhi konsentrasi pembaca, jika hal itu berada pada
konteks tulisan. Karena bahasa indonesia yang benar pada sebuah karangan atau
wacana adalah bahasa yang memudahkan pembaca untuk memahami isi atau teks yang
dibacanya.
Oleh karena itu, kesalahan yang
terdapat pada penulisan atau sususnan kata yang ada pada sebuah teks, itu tidak
boleh ada. Karena jika hal itu ada, maka kesalahan tersebut akan mempengaruhi
kualitas dari karangan atau wacana tersebut.
1.2.Rumusan Masalah
Dengan melihat latar belakang
di atas, maka kami dapat merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apakah yang dimaksud pleonasme?
2. Tuliskan beberapa kesalahan
mengenai pleonasme!
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Pleonasme
Referensi yang pertama menyebutkan bahwa Majas
pleonasme adalah majas yang mempergunakan
kata-kata lebih banyak daripada yang diperlukan.
contoh Majas Pleonasme dari
sumber yang pertama adalah sebagai berikut:
a.
Saya
telah mendengar hal itu dengan telinga saya sendiri.
b.
Saya
melihat kejadian itu dengan mata kepala saya sendiri.
Referensi
yang kedua meyebutkan definisi dan pengertian dari majas pleonasme sebagai
Majas yang menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau
menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
2.2.Pleonasme
(KENDARI POS )
a.
Halaman 3
ü NISSAN ANDALKAN
NEW GRAND LIVINA
1. Honda
stop produksi motor kalbulator.
Penambahan modal terus di lakukan
hingga akhirnya melalui peluncuran all new honda beat FI, merk sepeda motor
bersistem injeksi jepang tersebut memeiliki delapan jenis moter bersistem
injeksi.
Respon
masyarakat positif terhadap motor injeksi meski jika di bandingkan model b
kabulator,model injeksi harganya lebih tinggi sedikit sebut swito sat launching
all new honda beat-FI di Surabaya kemarin. Perbedaan harganya hanya Rp 250 ribu
di bandingkan tipe karburator. Sementara banyak kelebihan yang di tawar kan
motor-motor bertekhnologi injeksi.
Alasan: Kata bersistem injeksi
pada akhir paragraf di atas, seharusnya tidak perlu ada. Karena hal tersebut menyebabkan
terjadinya pengulangan kata dari kata sebelumnya.
b. Halaman 4
ü
EKSPLOITASI KECANTIKAN MUSLIMAH
Seperti
di ketahui, fasion umumnya diciptakan untuk menonjol selalu memunculkan trend trend terbaru. Nah, kendari
turut menyepret para hijabers hingga mereka merasa harus selalu mengikuti tren
busana muslimah. Wai
telihat presh fashinable dengan model-model
busana yang paling up to date.
Keberadaan kontes-kontes kecantikan muslimah semakin menguatkan
bahwa muslimah itu harus cantik dan trendy, tak kalah dengan wanita- wanita pengubar aurat. Buktinya, kantor ini
pun selalu menyaratkan harus berusia mudah (17-30THN), foto genetik terlihat
menarik saat difoto dalam beberapa angel, tertarik dan berminat dengan dunia
fashion.
Salah seorang guru SD di baubau
berkebangsaan Korea, tertulis “ sampai saat ini, lanjut Kepsek, pelajaran bahasa korea yang diajarkan untuk anak-anak sekolah dasar di karya baru dijadwalkan, maka pelajaran mulok setiap
hari sabtu.
Di tingkat SD, siswanya diperkenalkan
alfabet korea.
Alasanya:
Pleonasme pada paragraf ke tiga. Kata yang diajarkan pada
paragraf tersebut seharusnya tidak perlu ada. Karena kata tersebut merupakan
pengulangan arti dari kata sebelumya, yakni kata pelajaran. Karena
kata pelajaran sudah menjadi penjelas bahwa hal itu diajarkan. Jadi
kalimat yang seharusnya digunakan adalah pelajaran bahasa Korea untuk
anak-anak sekolah dasar..... Atau jika ingin menggunakan kata yang diajarkan,
maka tidak perlu menggunakan kata pelajaran. Sehingga dibaca bahasa Korea
yang diajarkan untuk anak-anak sekolah dasar...... .
Kemudian kata anak-anak pada kalimat tersebut
seharusnya tidak perlu ada. karena kata Sekolah Dasar sudah menunjukkan
bahwa di dalam sekolah itu terdapat anak-anak. Jadi yang seharusnya tertulis
pada kalimat tersebut adalah pelajaran bahasa korea yang diajarkan untuk
sekolah dasar karya baru.... .
Jadi kalimat yang tepat pada paragraf tersebut adalah Pelajaran
bahasa Korea untuk Sekolah Dasar karya baru dijadwalkan, maka mulok setiap hari
sabtu.
c. Halaman 19
ü “TETAP FIT DALAM SEMENIT”
“Agar dapat tetap bugar namun tidak memakai banyak waktu
ada beberapa jenis olahraga yang dapat dilakukan,diantaranya; olahraga bola volly,bola kaki,dan
jalan kaki.
Alasan: Pada kalimat di atas, kata olahraga
tidak perlu di tuliskan lagi, karena kata
tersebut menjadi penambah keterangan pada kata yang sudah jelas atau pemborosan
kata.
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Pleonasme adalah majas yang mempergunakan
kata-kata lebih banyak daripada yang diperlukan. Atau Majas yang menambahkan
keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang
sebenarnya tidak diperlukan. Jadi, majas pleonasme ini seharusnya tidak perlu
ada pada suatu kalimat dalam sebuah wacana teknis karena akan mengurangi
kwalitas dari wacana tersebut.
Koran
atau surat kabar merupakan wacana teknis yang dikomsumsi oleh semua kalangan.
karena selain mudah ditemukan, harganyapun terjangkau hanya berkisar seribu
rupiah perlembarnya. Sehingga diharapkan agar isi atau teks yang terkandung di
dalamnya tidak terdapat majas pleonasme, karena pengulangan kata dapat
mengganggu konsentrasi si pembaca. Lagi pula pegulangan kata memicu pemborosan
kertas.
DAFTAR PUSTAKA
Kendari
Pos, Edisi 28 Oktober 2012
0 comments:
Post a Comment